Senin, 16 Januari 2012

Saat Voli Membuahkan Jus Jambu dan Clana Gue Sobek

Selamat malam para pembaca yang Budiman, dan saya tahu nama Anda bukan Budi, jadi saya lanjutkan saja!
Malam ini, saya akan berbicara (baca : menulis) tentang tragedi voli berdarah (baca : bersejarah) yang terjadi beberapa waktu lalu (baca, 1 waktu, beberapa menit lalu).

Cerita ini bermula, ketika gue (pergantian kata ganti, dari saya ke gue) berlatih Pencak Silat, dan ditengah-tengah latihan ternyata datang pendekar pemanah yang datang dari sinetron laga Indosiar, katakan namanya "Pendekar Pemanah Rajawali" (Senin-Jum'at 18.00 WIB). Di tengah latihan kami, ia melihat ke arah gue. Maka gue pun semakin bersemangat, dan H2C bakal di ajak ikutan main di Sinetron.nya....... Latihan tendangan dan srengkal saya lakoni dengan penuh percaya diri. Sampai sesi uji nyali pun dimulai (lambaikan tangan jika tidak kuat) Saya berhadapan dengan saudara seperguruan gue (kembali diulangi, pergantian kata ganti). Kami saling bertarung, gue optimis menang samapai suatu ketika gue melancarkan jurus maut pemutar musik (musik horor pastinya, karena suara gue jelek) saya lancarkan tendangan samping mengarah tepat di bahu lawan namun apa yang terjadi (Wallohua'lam) dia berhasil menangkap kaki kanan dan tengah saya, dan hasilnya kaki ketiga saya merobek clana putih bergaris hitam (bukan tai cicak) yang sedang saya kenakan.

Maka kemudian kami pun memenangkan pertandingan voli. Maka sang pendekar pun harus mentraktir saya dan temen gue (katakan namanya Bocil : Bocah Cilik). Kami berkeliling mencari bakul es.

Dan setelah membayar, sang pendekar pemanah pun berpuasa (karena kehabisan duit).

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar